Kenapa Motor Drag dan Thailook Memakai Ban Cacing?

skip leg day

skip leg day

Beberapa hari yang lalu ada topik panas mengenai 2 motor berbadan lumayan gede (sebut saja CBR250RR dan Ninja 250 FI) dengan ban kecil alias ban resing alias ban cacing seperti gambar diatas. Komentar saya? never skip a leg day bro. Proporsinya aneh, traksi ban juga saya yakin nggak ada yang berarti nggak bisa dipake nikung apalagi harian, itu kenapa nggak pake standar samping atau paddock? malah dijatohin kayak anak kecil parkir sepeda aja, dsb. Buat saya sih tidak peduli bagaimana motormu dimodif kayak apa, mau dibakar juga nggak masalah selama kalau ada apa-apa jangan libatkan orang lain. Blog post kali ini bukan membahas modifikasi kedua motor tadi melainkan ban yang digunakan terutama mengapa motor thailook dan drag memakai ban berukuran kecil. Selama ini teman-teman saya yang pakai ban model begini ditanya kenapa bakai beginian rata-rata jawabnya nggak tau atau cuma ikutan trend. Karena penasaran, saya coba cari tahu alasannya yang hasilnya silahkan dibaca dibawah. Mohon koreksi apabila salah terutama bagi ahli ilmu Fisika.

Baca lebih lanjut

Iklan

Poverty Spec Yamaha MT-125

Beberapa waktu yang lalu, heboh soal peluncuran Yamaha all new R15 yang memakai jagoan baru Yamaha MotoGP, Maveric Vinales setelah sebelumnya muncul spyshoot-spyshoot motor aneh tapi keren dijalanan. All New Yamaha R15 ini nantinya akan dilengkapi dengan mesin 155cc VVA, shock USD, swing arm banana, velg desain baru, speedo all digital, lampu LED dan masih banyak lagi. Dengan fitur sebanyak ini, muncul pertanyaan “motor ginian mau dijual berapa?” mengingat harga R15 v2 yang biasa-biasa saja sudah menyentuh 30 juta. Dari situ entah kenapa ane terpikirkan seandainya ada motor sport poverty spec dari spek standar yang ditawarkan, mungkin harga R15 baru ini (yang pastinya naek dibanding versi old) tidak akan lagi menjadi masalah.

Baca lebih lanjut

Desain Suzuki GSX-S150 Eropa Banget

Akhirnya muncul juga tampang motor 150cc Suzuki yang udah ditunggu sejak 2008 yang lalu buat gantiin Thunder 125. Adalah TMC blog yang pertama kali mengunggah foto yang sepertinya brosur Suzuki GSX-S150 (selanjutnya ditulis aja gsxs biar gampang). Berasal dari Suzuki GSX-R150 dan GSX-R125 yang dibuang fairingnya seharusnya nggak kaget lagi sih liat bentuk sampingnya. Beda jauh dengan motor sarungan 150cc pabrikan Jepang lain yang mana versi sarungan dan versi telanjangnya beda jauh banget bodinya walau rangkanya sama. Gsxs sama persis dengan gsxr bagian buntutnya. Ini membuat gsxs sepertinya cocok banget dipakai buat mereka yang ingin performa, tidak digangguin boncenger yang ribut kala ngebut 1 km/jam lebih cepat namun tidak terlalu ingin jadi pusat perhatian karena bawa motor fairing bisa lebih mudah dikenali polisi kalo ngebut :mrgreen: . Oh iya, bagian belakang yang nungging dan pisah ini sepertinya potensial kalo dibikin bagasi buat nyimpan jas hujan. Nggak lucu kan udah keren sampai tujuan malah basah kuyup gara2 nggak bawa jas hujan ya walau lebih jantan dibanding idiot yang suka berteduh dibawah flyover, underpass, dsb yang bikin macet jalanan.

g4459Desain belakang dan samping menurut saya sih udah OK. paling jelek mungkin ada pada lampu depannya yang terlihat monyong kalau dilihat dari samping. Konon lampu depan gsxs sama dengan gsxr bentuknya. Hanya kedoknya saja yang beda. Mungkin bakalan sip kalau lampu depannya dibuang terus diganti lampu bulet misalnya biar aura hooligan bike Suzuki Bandit muncul.

Sesuai judul, kenapa desain motor ini eropa banget? dimana eropanya? coba perhatikan bagian mesinnya. Antara ujung radiator sampai dekat swing arm jaraknya nggak sejauh vixion atau cb150r jadi kesannya lincah kayak KTM Duke. Buntutnya yang nungging untuk motor naked juga terkesan motor ini buat negara maju yang melarang motor kecil dipake boncengan (kecuali udah punya sim diatas A2). Jujur aja andai belum pernah lihat gsxr, mungkin ane ngiranya ini Aprillia 125cc baru.

Teknologi Otomotif Jadul yang Dikira Baru

Akhir-akhir ini, pabrikan baik mobil maupun motor makin sering berinnovasi dengan berbagai teknologi (terutama dibagian mesin) yang intinya membuat efisiensi jauh bertambah namun tenaga yang dihasilkan tidak berkurang sama sekali malah bertambah. Sebagai konsumer, tentunya teknologi-teknologi seperti ini sangat bermanfaat karena keinginan egois kita (seperti maunya kencang tapi tetap irit) bisa terpenuhi. Walau begitu, pernah terpikir tidak dari mana asal-usul teknologi tadi? disini techtonime bakal mencoba mencari tau asal usul teknologi yang sering bikin penuh tulisan di brosur ini. Buat saya, teknologi baru itu teknologi yang baru ditemukan pada milenium ke 3 (tahun 2000 keatas).

Variable Valve Timing

Variable valve timing adalah sebuah teknologi dimana timing bukaan klep diatur sesuai dengan permintaan mesin. Jadi misalkan mesin bekerja di kecepatan rendah, bukaan klep untuk bensin hanya terbuka sedikit sekali sementara ketika mesin bekerja di kecepatan tinggi bukaan klep akan menjadi besar. Ini mengakibatkan konsumsi BBM mesin menjadi irit dikala macet namun bisa tetap kencang kalo mau. Teknologi ini sudah banyak diterapkan oleh berbagai perusahaan otomotif dengan nama yang berbeda-beda seperti Toyota dan Daihatsu dengan VVT-i, Suzuki dan Mazda dengan VVT, Honda dengan VTEC, BMW dengan Vanos, Mitsubishi dengan MIVEC sampai Yamaha dengan VVA. Untuk mesin 2 langkah, VVT ini namanya Power Valve yang lagi-lagi beda pabrikan beda nama seperti RC Valve pada Honda dan YPVS pada Yamaha.

Variable valve timing ini pertama kali dipatenkan sekitar tahun 1925 oleh penemu bernama Dejoe Csandy dan Edward Woydt di Amerika Serikat. Walau dipatenkan tahun 1925, namun teknologi ini sudah diaplikasikan diberbagai mesin seperti mesin uap sekitar abad ke 19 sampai mesin pesawat terbang Clerget V-8 200hp asal Perancis tahun 1910an. Untuk aplikasinya ke mobil, sudah diterapkan terlebih dahulu oleh Porsche pada tahun 1958.

Variable Geometry Turbo

Istilah ini populer di dunia otomotif Indonesia berkat masuknya Pajero Sport dan Fortuner. Variable geometry turbo alias VGT atau VNT kalau di Toyota adalah semacam teknologi dimana kalau biasanya pada turbo konvensional dibutuhkan tekanan tertentu dari gas buang untuk memutar turbin dimana tekanan gas buang tadi baru muncul di putaran mesin sekian (proses sebelum turbin berputar ini dinamakan turbo lag). Dengan turbo macam ini, sirip-sirip pada turbin bisa berubah sudutnya sehingga kala kala tekanan gas buang rendah, sirip akan menyesuaikan dirinya agar mampu menyedot udara segar lebih banyak kedalam mesin. Ketika tekanan udara sudah dirasa cukup besar, sirip akan berubah kembali agar tekanan yang dihasilkan tidak terlalu besar.

VGT ini pertama kali diciptakan oleh Joseph Szydlowski (nama aslinya Józef Szydłowski) sekitar tahun 1930 setelah ia pindah dari Jerman ke Perancis menghindari Nazi Jerman (karena ia Yahudi sementara Nazi melakukan genosida kepada Yahudi). Turbo ini pertama kali dipakai di mesin pesawat Hispano-Suiza 12Y dan dipasang ke pesawat  Dewoitine D.520 fighter milik angkatan udara Perancis pada tahun 1932. Aplikasinya ke mobil baru dipakai pada tahun 1988 oleh Honda Legend bermesin bensin V6 2000cc versi JDM.

Common Rail

Common rail adalah sebuah teknologi direct injection untuk mesin diesel seperti yang umum di Indonesia dan bensin. Pada mesin diesel, injektor mesin common rail memakai injektor bertekanan sangat tinggi (bisa mencapai 15000Psi). Pada mesin common rail terbaru, tekanan injektor bahkan bisa mencapai 44000Psi. Karena memakai injektor bertekanan tinggi inilah, bahan bakar yang diperlukan pada mesin (misalnya diesel) common rail harus sesuai seperti pakai Pertamina DEX misalnya. Tidak lucu kan kalau pake solar biasa malah solar tadi meledak terlebih dahulu di injektornya bukan di ruang bakar seperti cara kerja mesin diesel. Masih seperti diatas, beda pabrikan beda nama sebutannya. Mitsubishi menyebut teknologi ini dengan DI-D, Toyota dengan D-4D, Honda dengan i-DTEC, Hyundai dengan CRDi, VW Group dengan TDi, Chevrolet dengan VCDi sampai Mazda dengan Skyactiv-D.

Common rail pertama kali diuji coba dan dikembangkan sekitar akhir 1960an oleh Robert Huber dari Swiss dan kemudian teknologi ini dikembangkan lebih lanjut oleh Dr. Marco Ganser dari Swiss Federal Institute of Technology di Zurich Swiss. Setelah itu, common rail dikembangkan lagi oleh Ganser-Hydromag AG sekitar tahun 1995 Oberägeri. Aplikasi pertama pada kendaraan yang bisa bebas dibeli orang adalah Hino Ranger tahun 1995. Produksi sukses pertama ini dilakukan oleh Denso sekitar tahun 1995 tadi oleh Dr. Shohei Itoh danMasahiko Miyaki.

ABS

ABS atau Asal Berhenti Syukur Anti lock Braking System adalah sebuah teknologi untuk menunjang keselamatan dimana rem yang kalau ditekan keras bakalan mengunci dan membuat kendaraan bisa oleng dicegah dengan cara lepas rem lalu rem lagi (istilahnya rem dikocok) secara elektronis secara cepat sehingga kendaraan bisa lebih mudah dikendalikan dan resiko kecelakaan bisa berkurang.

ABS pertama kali dipakai oleh pesawat terbang pada tahun 1929 dan ditemukan oleh orang Perancis bernama Gabriel Voisin. ABS pertama kali dipakai di kendaraan darat pada tahun 1958 di motor Royal Enfield Super Meteor sebagai tes laboratorium. Kendaraan produksi massal pertama yang memakai ABS ini adalah Crysler Imperial tahun 1971 yang dikerjakan bersama oleh Bendix dan Crysler yang diberi nama Sure Brake. Walau begitu, sebenarnya tahun 1970 Ford sudah memakai sitem yang sama pada roda belakang Lincoln Continental sebagai opsi tambahan dan baru menjadi standar pada 1971. Biarpun sudah 40 tahun lebih ABS dipakai di kendaraan jalanan dan menjadi item wajib di Eropa, Amerika dan Jepang, namun di Indonesia masih banyak mobil maupun motor yang tidak dilengkapi dengan ABS. Piye iki?

 

Ya itu tadi sedikit mengenai Teknologi Otomotif Jadul yang Dikira Baru. Sebenarnya masih ada banyak lagi cuma capek nulisnya… Semoga mencerahkan (lanjut tidur lagi)

Kenalan Dengan Merk Renault

Renault KWID

Renault KWID

Renault? makanan apa itu? mungkin begitulah reaksi sebagian orang Indonesia kalau ditanyain bule Perancis soal Renault. Renault adalah perusahaan asal Perancis yang bergerak dibidang industri otomotif dengan spesialisasi mobil. Renault jaman dulu pernah membuat truk, bis, sampai autorail. Grup Renault ini punya saingan berat dari sesama negaranya yang namanya PSA Group yang jualan mobil merk Peugeot dan Citroen.

Renault pertama kali didirikan pada tahun 1899 atau sekitar 117 tahun yang lalu. Renault didirikan oleh Renault bersaudara (Louis Renault, Marcel Renault, Fernand Renault) dengan nama Société Renault Frères. Renault pada awalnya dikenal sebagai produsen mobil mewah yang harga jual mobilnya mencapai 3000 Franc atau setara dengan gaji UMR Perancis kala itu selama 10 tahun. Ketika perang dunia pertama dimana Perancis perang melawan kekaisaran Jerman, Renault juga sempat membuat tank yang diberi nama Renault FT.

Seperti umumnya perusahaan otomotif dunia, Renault juga beraliansi dengan beberapa merk otomotif lainnya macam Toyota group yang beraliansi dengan Daihatsu, Subaru, Hino, Yamaha, Lexus, Will, FAW dll. Merk otomotif yang beraliansi dengan Renault ini antara lain Dacia (Romania), Samsung Motors (Korea Selatan), dan Nissan (Jepang). Salah satu hasil dari aliansi ini adalah munculnya sebuah platform mobil baru yang dikembangkan Renault dan Nissan yang diberi nama CMF (Common Module Family). CMF ini ada banyak macamnya, salah satunya adalah CMF-A yang digunakan pada Renault KWID yang baru hadir di Indonesia dan Datsun Redi-Go di India.

Selain udah lama jualan mobil, Renault juga punya nama di berbagai ajang motorsport seperti F1 dan Rally. Kenal sama Fernando Alonso? pembalap F asal Spanyol ini menjadi juara dunia F1 2 kali bersama tim Mildseven Renault pada tahun 2004 dan 2005. Selain jet darat, Renault juga terkenal di ajang reli seperti reli grup B yang diisi monster dengan jagoannya Renault 5 turbo.

Di Indonesia, Renault sebenarnya bukanlah pemain baru. Jaman dulu Renault sempat jualan di Indonesia dengan lineup sekelas mobil eropa lain seperti Peugeot 504, Mercedes W123, sampai BMW E21. Salah satu jualannya yang mewah saat itu adalah Renault 18 dan Renault 21. Sayangnya sekitar akhir 80an menuju 90an, Renault minggat dari pasar mobil tanah air dan baru comeback sekitar awal 2000an dengan menjual mobil CBU macam Renault Clio, Kangoo, dan Scenic.

Nah, itu tadi sedikit mengenai Renault yang bentar lagi jualan Renault KWID seharga 100 juta lebih dikit banget. Semoga aja laris karena saya udah eneg liat Toyota dan Daihatsu dijalan walau mobil sendiri juga Toyota. Mohon maaf sudah 2 bulan nggak ada artikel baru karena lebih sering update di blog mobilmotorlama sebagai “tebus dosanya” jadilah artikel ini. Semoga mencerahkan.

 

Mau KTM Duke 200 Pahe cuma 15 jutaan?

Kawasaki Bajaj Pulsar P200NS

Kawasaki Bajaj Pulsar P200NS

Akhir-akhir ini, sedang panas berita mengenai munculnya KTM (KTM-Sportmotorcycle AG bukan Kuda Terbang Motor alias KTM inul) di Indonesia. KTM sendiri sudah lama sebenanrnya memulai menjual motornya di Indonesia. Namun karena masuk secara CBU, produk KTM mendapat tarif bea masuk yang super sadis dan mengakibatkan harga jualnya menjadi mahal. Yang bikin panas akhir-akhir ini adalah penurunan harga unit motor KTM menjadi hanya 30 jutaan saja untuk DUKE 200 dan RC200 dari sebelumnya yang 50 jutaan. Minat? sama. Hanya saja angka 30 juta rupiah untuk sebuah motor yang hanya 200cc buat saya sendiri masih mahal meskipun ini merk Eropa. Kalau menganut itung-itungan dompet sih buat gaya, kencang, sama nyaman ya mendingan beli Mitsubishi Eterna baik yang GTi (jarang) atau yang SOHC 2000cc yang harganya juga segitu cuma lebih muat banyak, nyaman dan 220Kpj gampang. Nah, kalau masih ngebet pingin motor Austria itu, sebenarnya ada pilihan motor lain dengan spek mirip yang cenderung downgrade namun dengan harga yang jauh lebih murah. Motor apa itu? Kawasaki Bajaj Pulsar 200 NS jawabannya.

Baca lebih lanjut

Mengenal Apa Itu Sleeper (Lawannya Ricer)

Pernah tidak ketika dijalan melihat sesosok mobil atau motor yang tampangnya biasa biasa saja bahkan terlihat jelek kata sebagian orang tapi pas kita pecicilan, mobil atau motor tadi bisa seimbang atau bahkan mempermalukan kendaraan kita yang terlihat lebih keren, gagah, ganteng, kencang dsb? Mobil atau motor yang seperti itu disebut dengan sleeper. Post kali ini kita akan membahas apa itu sleeper dan kenapa sleeper jadi lawan (lebih tepatnya antonim) dari ricer. Buat yang belum tau, silakan baca dulu post mengenai Mengenal Apa itu Rice atau Ricer.

coro vg30

Toyota Corolla jadul mesin Nissan VG30 V6? interesting. source : jalopnik.com

Baca lebih lanjut