Teknologi Otomotif Jadul yang Dikira Baru

Akhir-akhir ini, pabrikan baik mobil maupun motor makin sering berinnovasi dengan berbagai teknologi (terutama dibagian mesin) yang intinya membuat efisiensi jauh bertambah namun tenaga yang dihasilkan tidak berkurang sama sekali malah bertambah. Sebagai konsumer, tentunya teknologi-teknologi seperti ini sangat bermanfaat karena keinginan egois kita (seperti maunya kencang tapi tetap irit) bisa terpenuhi. Walau begitu, pernah terpikir tidak dari mana asal-usul teknologi tadi? disini techtonime bakal mencoba mencari tau asal usul teknologi yang sering bikin penuh tulisan di brosur ini. Buat saya, teknologi baru itu teknologi yang baru ditemukan pada milenium ke 3 (tahun 2000 keatas).

Variable Valve Timing

Variable valve timing adalah sebuah teknologi dimana timing bukaan klep diatur sesuai dengan permintaan mesin. Jadi misalkan mesin bekerja di kecepatan rendah, bukaan klep untuk bensin hanya terbuka sedikit sekali sementara ketika mesin bekerja di kecepatan tinggi bukaan klep akan menjadi besar. Ini mengakibatkan konsumsi BBM mesin menjadi irit dikala macet namun bisa tetap kencang kalo mau. Teknologi ini sudah banyak diterapkan oleh berbagai perusahaan otomotif dengan nama yang berbeda-beda seperti Toyota dan Daihatsu dengan VVT-i, Suzuki dan Mazda dengan VVT, Honda dengan VTEC, BMW dengan Vanos, Mitsubishi dengan MIVEC sampai Yamaha dengan VVA. Untuk mesin 2 langkah, VVT ini namanya Power Valve yang lagi-lagi beda pabrikan beda nama seperti RC Valve pada Honda dan YPVS pada Yamaha.

Variable valve timing ini pertama kali dipatenkan sekitar tahun 1925 oleh penemu bernama Dejoe Csandy dan Edward Woydt di Amerika Serikat. Walau dipatenkan tahun 1925, namun teknologi ini sudah diaplikasikan diberbagai mesin seperti mesin uap sekitar abad ke 19 sampai mesin pesawat terbang Clerget V-8 200hp asal Perancis tahun 1910an. Untuk aplikasinya ke mobil, sudah diterapkan terlebih dahulu oleh Porsche pada tahun 1958.

Variable Geometry Turbo

Istilah ini populer di dunia otomotif Indonesia berkat masuknya Pajero Sport dan Fortuner. Variable geometry turbo alias VGT atau VNT kalau di Toyota adalah semacam teknologi dimana kalau biasanya pada turbo konvensional dibutuhkan tekanan tertentu dari gas buang untuk memutar turbin dimana tekanan gas buang tadi baru muncul di putaran mesin sekian (proses sebelum turbin berputar ini dinamakan turbo lag). Dengan turbo macam ini, sirip-sirip pada turbin bisa berubah sudutnya sehingga kala kala tekanan gas buang rendah, sirip akan menyesuaikan dirinya agar mampu menyedot udara segar lebih banyak kedalam mesin. Ketika tekanan udara sudah dirasa cukup besar, sirip akan berubah kembali agar tekanan yang dihasilkan tidak terlalu besar.

VGT ini pertama kali diciptakan oleh Joseph Szydlowski (nama aslinya Józef Szydłowski) sekitar tahun 1930 setelah ia pindah dari Jerman ke Perancis menghindari Nazi Jerman (karena ia Yahudi sementara Nazi melakukan genosida kepada Yahudi). Turbo ini pertama kali dipakai di mesin pesawat Hispano-Suiza 12Y dan dipasang ke pesawat  Dewoitine D.520 fighter milik angkatan udara Perancis pada tahun 1932. Aplikasinya ke mobil baru dipakai pada tahun 1988 oleh Honda Legend bermesin bensin V6 2000cc versi JDM.

Common Rail

Common rail adalah sebuah teknologi direct injection untuk mesin diesel seperti yang umum di Indonesia dan bensin. Pada mesin diesel, injektor mesin common rail memakai injektor bertekanan sangat tinggi (bisa mencapai 15000Psi). Pada mesin common rail terbaru, tekanan injektor bahkan bisa mencapai 44000Psi. Karena memakai injektor bertekanan tinggi inilah, bahan bakar yang diperlukan pada mesin (misalnya diesel) common rail harus sesuai seperti pakai Pertamina DEX misalnya. Tidak lucu kan kalau pake solar biasa malah solar tadi meledak terlebih dahulu di injektornya bukan di ruang bakar seperti cara kerja mesin diesel. Masih seperti diatas, beda pabrikan beda nama sebutannya. Mitsubishi menyebut teknologi ini dengan DI-D, Toyota dengan D-4D, Honda dengan i-DTEC, Hyundai dengan CRDi, VW Group dengan TDi, Chevrolet dengan VCDi sampai Mazda dengan Skyactiv-D.

Common rail pertama kali diuji coba dan dikembangkan sekitar akhir 1960an oleh Robert Huber dari Swiss dan kemudian teknologi ini dikembangkan lebih lanjut oleh Dr. Marco Ganser dari Swiss Federal Institute of Technology di Zurich Swiss. Setelah itu, common rail dikembangkan lagi oleh Ganser-Hydromag AG sekitar tahun 1995 Oberägeri. Aplikasi pertama pada kendaraan yang bisa bebas dibeli orang adalah Hino Ranger tahun 1995. Produksi sukses pertama ini dilakukan oleh Denso sekitar tahun 1995 tadi oleh Dr. Shohei Itoh danMasahiko Miyaki.

ABS

ABS atau Asal Berhenti Syukur Anti lock Braking System adalah sebuah teknologi untuk menunjang keselamatan dimana rem yang kalau ditekan keras bakalan mengunci dan membuat kendaraan bisa oleng dicegah dengan cara lepas rem lalu rem lagi (istilahnya rem dikocok) secara elektronis secara cepat sehingga kendaraan bisa lebih mudah dikendalikan dan resiko kecelakaan bisa berkurang.

ABS pertama kali dipakai oleh pesawat terbang pada tahun 1929 dan ditemukan oleh orang Perancis bernama Gabriel Voisin. ABS pertama kali dipakai di kendaraan darat pada tahun 1958 di motor Royal Enfield Super Meteor sebagai tes laboratorium. Kendaraan produksi massal pertama yang memakai ABS ini adalah Crysler Imperial tahun 1971 yang dikerjakan bersama oleh Bendix dan Crysler yang diberi nama Sure Brake. Walau begitu, sebenarnya tahun 1970 Ford sudah memakai sitem yang sama pada roda belakang Lincoln Continental sebagai opsi tambahan dan baru menjadi standar pada 1971. Biarpun sudah 40 tahun lebih ABS dipakai di kendaraan jalanan dan menjadi item wajib di Eropa, Amerika dan Jepang, namun di Indonesia masih banyak mobil maupun motor yang tidak dilengkapi dengan ABS. Piye iki?

 

Ya itu tadi sedikit mengenai Teknologi Otomotif Jadul yang Dikira Baru. Sebenarnya masih ada banyak lagi cuma capek nulisnya… Semoga mencerahkan (lanjut tidur lagi)

Iklan

Ketika Pabrikan Motor Bikin Mobil

Sudah sebulan lebih blog ini dalam kondisi autopilot nggak ada yang mengurus, maklum lah lagi serius ujian akhir semester biar nggak ada yang remed. Walau begitu ane masih sering jalan jalan ke blog blog bagus walau jarang komen karena males login :mrgreen: . Nah dari hasil jalan jalan (terutama di blog blog besar seperti Iwanbanaran atau TMCBlog) tadi ane nemu sebuah fakta dimana ternyata masih banyak Fansboy (terutama FBY) masih belom tahu kalau pabrikan favorinya juga bisa bikin mobil bahkan F1. Selain itu banyak FBH yang malah bilang kalau AHM sudah bisa bikin mobil merk Honda padahal kita tahu kalau AHM (astra) tidak memegang merk mobil Honda di Indonesia. Udah daripada basa basi mending simak artikel dibawah :


 

Honda

Pada awalnya Soichiro Honda (Pendiri Honda Motor Corp) hanya membuat komponen mesin seperti ring piston untuk pabrikan lain seperti Toyota (walaupun banyak produknya yang ditolak karena dibawah standar). Karena sakit hati ditolak tadi, Honda san kemudian belajar lagi untuk membuat komponen mesin yang jauh lebih berkualitas untuk kelancaran usahanya. Namun sayang, setelah ia siap terjun kembali di dunia industri otomotif, pabriknya hancur dibom Amerika. Honda sendiri sebenarnya punya 2 pabrik, yang satu hancur dibom pasukan Amerika yang satunya hancur karena gempa Mikawa pada tahun 1945 setahun setelah hancurnya pabrik pertama. Diperburuk lagi pada saat itu Jepang dalam kondisi mengenaskan karena kalah perang dan diembargo sebagai ganti rugi kerusakan yang diakibatkan tentara Jepang ketika perang. Dalam kondisi yang serba pailit tersebut Honda akhirnya membuat sebuah kendaraan bermesin kecil yang irit bahan bakar dan ditempel di sebuah rangka sepeda untuk digunakannya bekerja sehari hari. Karena tertarik, tetangga sekitar tempat tinggal Honda kemudian memesan kendaraan tersebut yang kelak diberi nama Honda Model A yang dijuluki Bata Bata karena suara mesinnya. Karena kerja keras dan sifat pantang menyerahnya pada tahun 1959 Honda disebut sebut sebagai pabrikan sepeda motor terbesar didunia.

Mobil Honda Beat 1991

Mobil Honda Beat 1991

Tak puas hanya berbisnis sepeda motor Honda akhirnya mulai membuat sebuah mobil pada tahun 1964. Kei Car (mobil yang punya aturan dan intensif pajak sendiri, kira kira mirip dengan peraturan tentang LCGC Indonesia saat ini) yang dibuat Honda tadi bernama Honda TN360 bermesin 2 tak 360cc. Mobil pickup ini tidak memiliki gardan. Sebagai gantinya mobil ini digerakkan oleh sebuah rantai mirip sepeda motor. Tak hanya mobil pickup, Honda pada saat itu juga sudah membuat mobil sport bernama Honda S500 yang kelak gennya dihidupkan kembali lewat mobil Honda Beat (1991), Honda S2000 (1999), dan Honda S660 (2015).

Sebagai ajang pembuktian teknologi, Honda juga ikut serta dalam balap mobil paling bergengsi yang kita kenal sebagai Jet Darat atau Formula 1 pada tahun 1964. Bekerja sama dengan Lola sebagai pembuat sasis asal Inggris hingga akhirnya disebut sebagai duet Hondola. Dikemudikan oleh Jhon Sutrees pada tahun 1965, Honda RA272 menjadi mobil jepang pertama yang berhasil podium di ajang Formula 1. Untuk menghormatinya semua lineup mobil Honda yang dirancang mempunyai performa tinggi seperti Civic Type R, NSX, Integra, S2000, diberi emblem khusus dengan nama “Red Badge” yang mirip dengan livery Honda RA272. Sayangnya pada tahun 1968, pembalap kedua Honda Jo Schlesser yang mengendarai Honda RA302 berbody magnesium yang aslinya dipersiapkan untuk pembalap utama Jhon Sutrees mengalami kecelakaan dibalap perdananya dan terbakar hebat. Sialnya karena para marshall dan pemadam kebakaran tidak tahu kalau magnesium bertemu air malah akan mengakibatkan kobaran api semakin membesar, Jo Schlesser pun akhirnya tewas mengenaskan di balapan perdananya di ajang F1. Merasa bersalah sekaligus karena kecelakaan tadi mengakibatkan penjualan mobil Honda turun drastis di Amerika, Honda akhirnya keluar dari ajang F1 dan hanya menjadi supplier mesin sampai tahun 2006.

Honda RA272 + Red Badge

Honda RA272 + Red Badge

Walaupun sudah keluar dari F1, namun nyatanya Honda masih punya taji untuk bertarung melawan tim tim besar seperti Ferrari atau Mercedes. Buktinya bersama pembalapnya Alain Prost dan Ayrton Senna, pada akhir 1980an dan awal 1990an Honda berhasil mendominasi balapan yang pada saat itu didominasi mobil dengan power gila gilaan. Bahkan pada tahun 1988 McLaren-Honda memenangkan seluruh balapan kecuali GP Italia di Monza karena keduanya kecelakaan.

Yamaha

Berdiri pada tahun 1887, Yamaha pada awalnya hanya membuat alat musik dan bahkan sampai sekarang Yamaha masih membuat alat musik. Hal ini bisa dilihat dari logonya yang berupa 3 buah tunning fork (garpu tala) untuk mengatur frefuensi nada. Setelah perang dunia kedua atau tepatnya pada tahun 1954 Yamaha mulai membuat sepeda motor. Sepeda motor ini bernama Yamaha YA-1 atau yang dikenal oleh masyarakat Jepang sebagai Akatombo atau capung merah kalau dibahasa Indonesiakan. Sepeda motor bermesin 2 tak 125cc ini aslinya hasil “nyontek” motor Jerman, DKW RT125 yang juga dicontek oleh BSA sebagai BSA Bantam dan Harley Davidson sebagai Harley Davidson Hummer.

Yamaha YA-1

Yamaha YA-1

Pada tahun 1967 Yamaha bekerja sama dengan Toyota sebagai pembuat mesin untuk mobil sport Toyota 2000GT yang juga disebut sebagai Super Car pertama dari Jepang. Kerja sama Toyota – Yamaha tidak hanya berakhir disitu saja. Yamaha juga membuat silinder head mesin 4A yang akhirnya dikenal sebagai mesin 4A-GE. Mesin 4A-GE ini boleh dibilang sebagai salah satu mesin legendaris karena memiliki bobot yang ringan namun memiliki output tenaga yang sangat besar. Selain seri 4A, Yamaha juga membuat mesin super untuk Toyota seperti 3S-GTE pada Toyota Celica GT4, 1LR-GUE pada Lexus LFA, 2UR-GSE pada Lexus ISF dan 2ZZ-GE pada Toyota Celica GT-S. Semua mesin Toyota yang diracik ulang oleh Yamaha memiliki kode G. Karenanya jangan heran kalau punya mobil Toyota dengan mesin yang punya embel embel G terdapat logo Yamaha di cylinder headnya.

Selain membuat mesin untuk Toyota, pada tahun 1984 Yamaha menandatangani kontrak untuk membuat mesin mobil Ford Taurus SHO. Mobil Ford ini dilengkapi dengan mesin DOHC V6 60° 3000cc dan 3200cc untuk keluaran 1989 sampai 1995. Selain mesin DOHC V6 Yamaha juga membuat versi DOHC V8 3400cc untuk Ford SHO 1996 sampai 1999. Tak hanya Ford, Yamaha juga membuat mesin V8 4400cc untuk pabrikan mobil asal Swedia, Volvo pada tahun 2005 yang dipakai di Volvo XC90 Dan Volvo S80.

Mesin DOHC V10 Yamaha OX11A

Mesin DOHC V10 Yamaha OX11A

Tak hanya mobil jalanan biasa, Yamaha juga membuat mesin untuk mobil F1 pada tahun 1993. Mesin Yamaha ini digunakan pada mobil Tyrrell. Apesnya Tyrrell dengan mesin V10 3500cc buatan Yamaha ini bisa dibilang gagal total karena tim Tyrrell sama sekali tidak mencetak poin sepanjang musim. Pada tahun 1994 terjadi peningkatan dan akhirnya tim Tyrrell berhasil podium dan menduduki posisi 6 untuk Constructor.  Walaupun terbilang gagal ditahun tahun setelahnya,  mesin OX series Yamaha di ajang F1 berhasil podium kedua lewat Tangan dingin pembalap Inggris Damon Hill di Hungaroring pada 1997. Walaupun begitu Yamaha akhirnya menyerah dan keluar dari F1 karena kegagalan.

BMW

BMW awalnya dikenal sebagai Rapp Motorenwerke yang membuat pesawat terbang tempur untuk pasukan militer Kekaisaran Jerman. Namun sayangnya karena kekaisaran Jerman kalah perang dunia 1 di eropa, pabrik pesawat terbang ini akhirnya ditutup. Karena penutupan itulah BMW banting stir dan mulai membuat sepeda motor dengan merk BMW Motorrad pada tahun 1923. Sebelumnya bagi yang belum tahu, BMW merupakan singkatan dari Bayerische Motoren Werke AG. Sepeda motor pertama buatan BMW adalah BMW R32 yang dibekali mesin 486cc Flat Twin Boxer. Mesin Boxer inilah yang akhirnya menjadi ciri khas dari sepeda motor buatan BMW walaupun kedepannya BMW tidak hanya membuat motor bermesin Boxer.

BMW R32

BMW R32

Setelah peraturan larangan produksi pesawat tempur dicabut, BMW bukannya kembali bikin pesawat tempur namun malah membuat sebuah mobil. Mobil pertama buatan BMW ini adalah BMW Dixi yang dibuat berdasarkan lisensi Austin Seven. Lisensi Austin Seven untuk BMW berakhir pada tahun 1932. Karena itu pada tahun 1932 BMW akhirnya berhasil membuat BMW 303 yang dikategorikan mobil mewah. Pada BMW 303 ini lah BMW mulai menggunakan grill ginjal atau kidney grille atau moncong babi kalo kata saya :mrgreen: yang menjadi ciri khas dari mobil mobil BMW dimasa datang.

Mesin BMW M12

Mesin BMW M12

Sama seperti 2 pabrikan Jepang diatas, BMW juga ikut serta dalam F1 sebagai sebuah tim constructor atau hanya menyuplai mesin untuk tim lainnya. Tercatat BMW pertama kali ikut serta dalam F1 pada tahun 1950an menggunakan sasis mobil F2 dan dalam naungan tim privater. Sayangnya karena tewasnya pembalap Gerhard Mitter di sesi latihan di sirkuit Nurburgring tim tersebut akhirnya berhenti dari F1. Setelah satu dekade berlalu BMW kembali ke ajang F1 sebagai suppier mesin F1 terganas untuk Brabham, ATS, Arrows, Benetton dan Ligier. Mesin F1 tersebut adalah mesin BMW M12 yang berbasiskan mesin mobil BMW M10 yang dirancang pada tahun 1960an dan diberi turbo bertekanan besar. Mesin tersebut diklaim bisa menghasilkan tenaga hingga 1450hp (ntah benar atau tidak karena pada saat itu belum ada dyno test untuk 1000hp lebih). Pada masa inilah BMW bisa dibilang meraih sukses besar sebagai pemasok mesin F1 walaupun masih kalah jika dibanding Ferari, Mercedes, bahkan Honda. Perjalannya sebagai pemasok mesin F1 masih terus berlanjut  walaupun sempat terhenti pada tahun 1990an. Pada awal tahun 2000 BMW kembali ke ajang F1 bersama dengan Williams yang ditinggal pergi Renault. Tahun tersuksesnya adalah tahun 2003 dimana Williams-BMW meraih posisi ke 2 constructor dibawah Ferari. Setelah 5 tahun bersama Williams akhirnya BMW membentuk tim F1nya sendiri dengan nama BMW Sauber. Namun sayang karena prestasinya yang kurang gemilang tim ini harus bubar pada tahun 2009.

KTM

KTM didirikan pada tahun 1934 oleh Johann (Hans) Trunkenpolz. Pada awalnya Hans Trunkenpolz ini hanya mendirikan sebuah bengkel yang membuat barang barang dari besi dan gembok. Bengkelnya ini diberi nama Kraftfahrzeug Trunkenpolz Mattighofen. Selama perang dunia ke 2 bengkel ini sempat dipegang oleh istrinya dan menjadi terkenal karena menjadi spesialis memperbaiki mesin Diesel. Setelah perang dunia ke2 selesai, permintaan akan perbaikan mesin diesel menurun drastis. Karena itulah terfikirkan oleh Hans Trunkenpolz ini untuk membuat sebuah sepeda motornya sendiri. Motor prototype pertamanya diberi nama R100 yang diproduksi tahun 1951. Seluruh komponen motor ini ia rakit sendiri di rumahnya kecuali mesin Rotax yang dibuat oleh Fichtel & Sachs.

Pada tahun 1954 dimulailah produksi masal dari prototype R100 tadi. Bengkel kecil  tadi berubah menjadi sebuah pabrik kecil yang berganti nama menjadi Kronreif & Trunkenpolz Mattighofen dengan 20 orang pekerjanya, setiap hari pabrik ini dapat memproduksi 3 unit sepeda motor. Pabrik ini dibangun atas investasi dari investor bernama Ernst Kronreif. Beberapa tahun kemudian KTM berjaya di ajang balap Austian 125 National Championship 1954, International Six Days Enduro 1956, dll. Kebanyakan KTM ikut dalam ajang balap sebagai media transfer teknologi dan laboratorium. Sejak saat itulah KTM Terkenal sebagai pabrikan motor balap.

Pada tahun 1980, Investor pertama KTM Ernst Kronreif meninggal dunia dan sang pendiri KTM Johann (Hans) Trunkenpolz juga menyusul Ernst karena serangan jantung 2 tahun kemudian. Anak Hans Trunkenpolz yang bernama Erich Trunkenpolz akhirnya mengambil alih kepemimpinan dan mengganti nama Kronreif & Trunkenpolz Mattighofen kembali menjadi  Kraftfahrzeug Trunkenpolz Mattighofen (KTM). Erich Trunkenpolz sendiri juga wafat pada tahun 1989 dan akhirnya Bank mengambil alih KTM dan memecahnya menjadi 4 bagian yaitu :

  • KTM Sportmotorcycle GmbH, untuk divisi Sepeda motor.
  • KTM Fahrrad GmbH, untuk divisi sepeda.
  • KTM Kühler GmbH, untuk divisi radiator, dan
  • KTM Werkzeugbau GmbH, untuk divisi peralatan perbengkelan.

Pada tahun 2008 KTM memperkenalkan mobil pertamanya dengan nama X Bow (cara nyebutnya Cross Bow) di ajang Geneva Auto Show 2008. Mobil ini didesain bersama dengan Kiska Design, Audi dan Dallara. Mobil bermesin Audi dengan turbo dan dipadukan dengan transmisi 6 speed ini sanggup memuntahkan tenaga hingga 237hp. Mobil ini diberi gelar Sports Car of the Year 2008 oleh Top Gear.

KTM X-BOW

KTM X-BOW

KTM X-bow ini awalnya hanya diproduksi 500 unit per tahun, namun karena saking larisnya akhirnya produksinya ditambah hingga 1000 unit pertahun. Cukup besar untuk ukuran Track day only car (mobil sirkuit. tidak boleh dikemudikan di jalan raya).

Nggak terasa sudah ngetik lebih dari 1800 kata. Itung itung sebagai latihan mengingat cara ngeblog yang baik dan benar :mrgreen: dari beberapa cerita diatas dapat disimpulkan kalau kita sukses di suatu hal jangan mudah puas terlebih dahulu. Mungkin saja ada bidang lain yang juga kita kuasai. Kalaupun gagal, coba dan terus coba lagi. Udah ah sekian dan terima kasih.

Mengenal Apa itu Street Tracker

Sudah sekitar 2-3 bulanan ini ane jadi kepikiran buat bikin motor street tracker. Pertanyaannya apa itu motor Street Tracker?

Awal mulanya sekitar tahun 60an sampai dengan 70an Ketika balap AMA Grand National Championship atau juga dikenal sebagai Flat Track Racing di Amerika sama menjadi balapan utama (kira kira sama seperti sebagaimana kita nonton Moto GP). Beberapa pembalap ngetop ajang ini seperti Dick Mann, Mert Lawwill, Gane Romero, sampai mantan (ketika itu baru calon) juara dunia GP500 1978-1980 Kenny Roberts atau yang lebih dikenal sebagai Kenny Roberts Sr.

Harley Davidson XR750

Harley Davidson XR750

Baca lebih lanjut

Opini : Kurang Yakin Dengan CBR250 Twin

Disamping kabar persaingan panas antara New Jupiter MX King 150 dengan calon bebek ayago dari Honda (CS1 Reborn), ada desas desus tentang CBR250R bermesin V-twin berkapasitas 250cc yang diambil dari Honda VTR 250 yang beredar di Jepang sana. Lebih hebatnya lagi mesin dari calon sport 250cc dari Honda ini dikabarkan akan sanggup menyemburkan tenaga hingga 40Hp. Sepintas hal tersebut bukan mustahil untuk pabrikan sekelas Honda/AHM. Dengan keuntungan yang sangat besar dari penjualan produk sepeda motornya ditambah dibangunnya pabrik yang mumpuni untuk membuat sebuah motor bermesin V DOHC silinder ganda mungkin semudah menancapkan UPS eh USB ke komputer. Namun menurut saya sendiri rasanya sedikit ragu dengan hal itu.

Honda VTR250 2009

Honda VTR250 2009

Kenapa demikian? Baca lebih lanjut

Mengenal Honda TR200 Fat Cat

Kamis Legi 26 Februari kemarin alhamdulillah kucing ane nambah seekor lagi. Meron si kucing betina campuran kucing kampung dengan persia ane yang dikira gendut kebanyakan makan ternyata lagi hamil. Hubungannya dengan kucing, motor buatan Honda yang satu ini dijuluki “Fat Cat” atau bahasa Indonesianya “Kucing Gendut”. Seperti apa bentuknya? monggo disimak.

meronNama Honda TR sendiri merupakan singkatan dari Totally Radical atau maknanya bener bener berbeda. Sedangkan angka 200 sendiri merupakan kapasitas mesin motor ini. Julukan Fat Cat berasal dari kucing peliharaan Hirotoshi Honda yang dijuluki “Sinjin No Oshiri”.

Honda TR200 Fat Cat

Honda TR200 Fat Cat

Pada tahun 1986 Honda tepatnya putra Honda yang mendirikan Mugen, Hirotoshi Honda merancang sebuah motor trail yang dimaksudkan untuk menggantikan Mugen ME125 yang dibuat tahun 1980. Bagai buah jatuh tak jauh dari pohonnya, Hirotoshi Honda saat itu sedang senang mengeksplorasi mesin 4 tak (Mugen ME125 masih bermesin 2 tak). Motor ini mengusung mesin 4 tak 200cc pendingin udara (mirip tiger ya). Baca lebih lanjut

Motor 2 Silinder era 70′ an

Jauh sebelum tahun 2008 dimana Kawasaki mengelontorkan Ninja 250, Di Indonesia sendiri sepeda motor bermesin 2 silinder sudah ada sejak dekade 70’an. Bahkan bapak ane sendiri juga memiliki salah satu dari beberapa motor berikut dan sering banget bilang “mbiyen jamane bapak jeh nom, bapak wes iso tuku RX Twin nggo duite dewe. Nek saiki yo iso dibandingke karo ninja anyar” (translate : Dulu jamannya bapak masih muda, bapak sedah bisa beli Yamaha RX Twin pakai uang sendiri. Kalau jaman sekarang bisa dibandingkan dengan Ninja250). Habis itu pasti ceritanya nyambung ke cerita balap liar sama Suzuki GT185, dilihatin orang karena motor tersebut bisa dibilang eksklusif dijamannya dsb. Sebagai pengetahuan bagi yang masih muda kayak ane sekaligus sarana nostalgia bagi pembaca senior berikut ane rangkum sepeda motor 2 silinder merk jepang yang mengaspal di Indonesia sejak dekade 70’an.

1. Yamaha RX 125 Twin

Yamaha RD125 1978

Yamaha RD125 1978

Baca lebih lanjut