Bagaimana Seharusnya Polisi Menghentikan Mobil Penjahat yang Kabur?

Kemarin heboh soal penembakan sebuah mobil sedan (Honda new City GE8) hitam yang berujung tewasnya sopir ditangan polantas. Well, sebelumnya Techtonime mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Surini (55), warga Desa Blitar, Kecamatan Sindang Kelingi, Provinsi Bengkulu. Banyak pihak yang menyesalkan kejadian yang berdasarkan info yang dihimpun kronologisnya sebagai berikut :

  • Kepolisian setempat mengelar razia di sekitar jalan Lingkar Barat Kota Lubuklinggau.
  • Sebuah mobil Honda City GE8 hitam dengan plat BG 1488 ON yang dikemudikan oleh Surini menerobos razia konon (entah bagian ini dipercaya atau tidak) karena sebenarnya mobilnya bodong dengan plat palsu.
  • Polisi yang curiga kemudian mengejar mobil tadi sampai akhirnya pengejaran terhenti di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Kota Lubuklinggau, tepatnya di jalan raya samping Bank Mandiri Simpang Periuk.
  • Sebelumnya polisi sudah menembakkan tembakan peringatan yang tidak dihiraukan oleh pengemudi yang mungkin panik dan masih tetap kabur, polisi kemudian menembak kearah mobil dan melukai penumpang serta menewaskan pengemudi.

Dari berita ini, bisa disimpulkan kalau saja pengemudi tidak asal menerobos, tidak akan terjadi kejadian seperti ini. Toh kalau nggak salah ngapain takut dirazia. Kalau merasa dipalakin polisi karena razia, laporkan saja sama propam. Polisinya juga kenapa nembakin bodi mobil bukannya bikin roadblock atau melakukan PIT Maneuver untuk menghentikan mobil. Polisi boleh lah curiga jangan-jangan ini komplotan teroris berengsek yang kemarin ngebom gereja di Ambarawa. Pengemudi arogan ketemu polisi koboi ya ginilah hasilnya…. ini hanya pendapat pribadi ya, saya bukan hakim atau lawyer yang punya hak untuk menyelesaikan masalah ini. Daripada ribut, mendingan cari tau yuk bagaimana sebenarnya cara yang benar untuk menghentikan mobil yang melarikan diri. Cara yang dipakai ini sudah umum dilakukan oleh kepolisian di Amrik sana. Seperti apa caranya, yuk disimak.

PIT Maneuver

PIT (Precision Immobilizer Technique) adalah taktik pengejaran dimana mobil yang dipakai untuk pengejaran dapat memaksa mobil yang melarikan diri tiba-tiba berbelok ke samping sehingga menyebabkan pengemudi kehilangan kontrol dan berhenti. Nama lain teknik ini antara lain pit block, pit stop dan blocking. Secara umum, teknik ini dipakai untuk menyebabkan oversteer pada mobil yang dikejar. Setelah oversteer, mobil biasanya akan melintir yang tentunya berhenti karena gaya dorong yang tiba-tiba berubah. Kalau pernah bermain GTA San Andreas, di kota kedua (San Fiero) pada misi sekolah mengemudi pemain akan belajar memakai cara ini untuk menghentikan mobil lawan.

Sayangnya manuver seperti ini tidak bisa selalu diandalkan dalam setiap situasi. Ada banyak faktor yang mempengaruhi pengunaan teknik ini seperti keamanan dimana manuver ini tidak untuk dicoba dalam kecepatan lebih dari 55 kilometer per jam serta mempertimbangkan lingkungan sekitar seperti lebar jalan, kondisi lalu lintas, dsb.

Road Block + Spike Strips

Pernah mainan game Need For Speed : Most Wanted? nah roadblock seperti inilah yang dimaksud. Jadi akses jalan yang akan dilalui target ditutup diblokir dengan tembok beton atau air (water barrier) dengan mobil yang diparkir paralel serta spike strips dicelah yang sekiranya bisa dilewati. Spike strips ini tentunya jauh lebih efektif daripada menembak ban yang lumayan mustahil dilakukan (alasannya dibawah) dimana pita paku diletakkan ditengah jalan dan membuat ban mobil target bocor sehingga sulit bergerak.

Kelemahan cara ini adalah sulitnya koordinasi dengan kepolisian lain yang menaungi jalan yang akan dilewati target. Belum lagi karena kebanyakan tata kota di Indonesia berantakan serta masih berupa tinggalan Belanda yang dirancang sesuai kondisi ratusan tahun yang lalu, tentnuya cara seperti ini sulit dilakukan. Belum lagi kemacetan yang ditimbulkan bakal mendatangkan protes dari pengguna jalan yang lain.

Helicopter + Car Chase

Ini mungkin cara yang paling aman serta tidak menyebabkan banyak kerusakan (kecuali target lari sambil nabrak-nabrak ya). Jadi target dikejar sampai bensinnya habis. Sayangnya lagi-lagi cara seperti ini kurang cocok di Indonesia. Saya nggak yakin kalau tiap polda ada 1 unit helikopter, ada mobil aja udah syukur dan itupun bensin perbulan aja katanya dijatah. Pilihannya ya dikejar pakai motor seperti kejadian kemarin. Cuma lagi-lagi motor yang dipakai sebatas motor 150cc yang secara performa nggak bakalan menang lawan Honda City.

Eh iya, tadi ane bilang ban ditembak itu cukup mustahil dilakukan. Alasannya ada pada kondisi dimana peluru sangat mungkin meleset karena manuver yang dilakukan. Belum lagi, secara sudut pandang membidik dan menembak ban dengan dinding setipis itu cukup sulit. Senpi yang biasa dipakai polisi Indonesia sekedar pistol kecil yang kata penggunanya hanya akurat ditembakkan dalam jarak 15 feet dan itupun sulit. Oh iya, daripada susah-susah menembak ban yang setelah meletus malah hilang kendali dan berpotensi melukai penumpang, orang sekitar bahkan yang menembak, kenapa nggak nembak mesin aja yang sudah pasti bakal menghentikan mobil.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s