Mobil Listrik Belum Cocok di Indonesia? Kenapa Tidak Buat Mobil Hybrid Saja

Post telat lagi…. niatnya publish awal september namun karena terkendala minimnya kuota internet buat riset ya akhirnya baru post sekarang 🙄

maxresdefaultseloAda yang tau Selo? Mobil listrik berbadan mobil exotic seperti Ferrari atau Lamborghini ini diambil alih pengembangannya oleh negara tetangga berinisial M (ngomong aja Malaysia… susah amat). Kecewa? ya. Terlebih setelah mobil listrik ini dinyatakan tidak lolos uji emisi? dan salah satu penggagas dan pemberi modal pak Dasep Ahmadi dan Dahlan Iskhan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan riset mobil listrik. Yah mau bagaimana lagi. Dalam dunia politik menjatuhkan lawan (dalam hal ini pak Dahlan Iskhan) sekalipun dengan cara yang licik dan tidak bermartabat itu biasa. Buktinya tenggok aja fp jonru di facebook atau forum forum politik kala pilpres 2014 lalu. Oke lah, fine kalo badan yang memeriksa kelayakan uji bilang mobil listrik tidak layak jalan di jalanan Indonesia. Lagipula mobil listrik murni punya beberapa kelemahan yang belum bisa diatasi dengan teknologi yang ada sekarang seperti : 1) Lamanya waktu charge baterai mobil tidak sebanding dengan jarak yang ditempuh kecuali ada yang mau bikin baterai mobil listrik mirip elpiji 3 kg yang tinggal ditukar kalau isinya habis. dan 2) Tidak adanya engine brake yang biasa dimanfaatkan kala melewati turunan.

Sebenarnya dengan teknologi yang ada saat ini, kelemahan kelemahan mobil listrik murni sudah bisa diatasi. Lah tadi katanya belum? kok ambigu? eh tenang dulu kelemahan mobil listrik murni memang belum bisa diatasi tapi kalo mesin listrik tadi digabungkan dengan mesin bensin atau diesel konvensional hasilnya kita masih dapat keuntungan mesin listrik dan mesin bbm. Caranya? adalah dengan menggunakan kombinasi keduanya dengan nama hybrid.

hybrid car early days

hybrid car early days

Sebenarnya teknologi mobil hybrid sudah ada sejak 115 tahun yang lalu. Kala itu Ferdinand Porsche yang kelak akan membuat mobil mobil Jerman super kencang dengan nama Porsche dan mobil rakyat VW kodok masih bekerja di Lohner Coach Factory mengembangkan mobil hybrid bernama Mixte. Konsep ini tidak populer di Industri otomotif karena beratnya baterai yang dibawa. Mobil Mixte butuh baterai lead-acid 44 cell (bayangin aja aki basah jumlahnya 44biji digabung jadi satu) berdaya 80 volt seberat 1,8 ton. Konsep ini baru populer 97 tahun kemudian setelah Toyota memperkenalkan Toyota Prius dan Honda memperkenalkan Honda Isight.

hybrid-carBagaimana cara kerja mobil hybrid? gampangnya lihat gambar diatas. Gambar diatas adalah bagaimana cara kerja mobil Hybrid Toyota Prius. Masih belum paham? kira kira cara simplenya sih begini :

-Saat mesin di nyalakan : Mesin Bensin belum berfungsi, Mobil bergerak menggunakan mesin listrik. Biasanya mesin listrik hanya bekerja sendiri antara kecepatan 0 sampai 20kpj.

– Saat mesin kondisi normal (statisioner) : mesin listrik akan mati lalu mesin bensin akan hidup untuk menggerakan roda dan generator mesin listriknya. Kira kira mirip seperti mesin mobil menghidupkan AC.

– Saat berjalan atau menambah kecepatan : mesin bensin dan motor listrik akan hidup bersamaan. Biasanya kecepatan 20 sampai 80kpj mesin bensin dan listrik kerja bareng. Untuk kecepatan 80kpj sampai mentok mesin bensin murni yang mengambil alih. Pada saat ini motor listrik juga berfungsi untuk menambah tenaga.

– Saat mengurangi kecepatan : Baterai dicas karena energi yang digunakan untuk engine brake ini tidak terbuang percuma, melainkan digunakan untuk cas baterai.

– Saat berhenti : Semua mesin mati mirip mirip teknologi Idling Stop motor matic Honda seperti Vario 125.

Karena teknologi inlah Toyota Prius yang mesin bensin 1500ccnya mirip Toyota Vios atau Yaris bisa menempuh jarak 30km kala macet hanya dengan 1 liter bensin. Super irit bahkan menyamai konsumsi motor matic yang masih pakai karburator bukan?.

Beberapa mobil hybrid yang beredar di dunia seperti Toyota Prius, Honda CRZ, Honda Civic Hybrid, Chevrolet Tahoe, Cadillac Escalade Hybrid, VW Jetta Hybrid bahkan Chevrolet Silverado yang bentuknya pickup dobel cabin dan lain sebagainya. Di Indonesia setahu ane baru Toyota dan Honda yang menjual mobil Hybrid bensin-elektrik ini. Lineup Toyota yang tersedia antara lain Prius dan Crown sedang Honda menjual Honda CR-Z. Oh iya mobil mentri yang dipakai era pak SBY sama mobil mentrinya pak Jokowi saat ini (Toyota Crown Royal Saloon) juga sudah hybrid lho.

Selain irit dipake buat harian, mobil Hybrid juga dipake balapan bahkan mobil F1 saat ini juga sudah hybrid. Di Jepang sana ada balap touring car bernama Super GT (setara DTM di Jerman atau BTTC di Inggris). Di ajang Super GT kelas GT300 sebuah Honda CR-Z hybrid mampu bersaing melawan Mercedes-Benz SLS AMG GT3, Ferrari 458 Italia GT3, BMW Z4 GT3, dll.

Mugen Honda CR-Z GT300

Mugen Honda CR-Z GT300

Walaupun ramah lingkungan dan irit serta biaya perawatannya mirip mobil konvensional, mobil hybrid tidak populer di Indonesia. Kok bisa? karena di Indonesia mobil hybrid pajaknya 2 kali. Mesin bensinnya dipajakin sendiri lalu mesin listriknya dipajakin juga. Karena itu harganya yang aslinya mirip dengan mobil konvensional sekelasnya bisa mahal gara gara biaya tetek bengek dan lain lain yang entah masuk ke kantong siapa. Padahal bayangin aja mobil minibus 1500cc 4 silinder bertenaga 109hp mirip Avanza diberi mesin listrik dari mobil listrik Selo yang bertenaga 174hp. Bisa angkut atlet sumo 6orang di tanjakan tanjakan yang kurang manusiawi tuh :mrgreen:

Iklan

10 thoughts on “Mobil Listrik Belum Cocok di Indonesia? Kenapa Tidak Buat Mobil Hybrid Saja

  1. Klo saya lwbih prefer ke bahan bakar gas atau vigas… Karana untuk jarak tempuhnya lebih jauh dri mesin bensin apalagi listrik, biaya operasional lebih murah dari bensin dan listrik, lebih ramah lingkungan karna hasil emisinya setara uap air… Dan harga kendaraannya sendiri memang sedikit lwbih mahal dari bensin tapi masih lebih murah dari mobil listrik murni atau hybrid… IMHO… 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s