Battle of Surabaya : Tonggak Berdirinya Industri Animasi Indonesia?

Kamis 20 Agustus 2015 kemarin setelah rakyat Indonesia merayakan hari kemerdekaanya pada tanggal 17 Agustus, MSV pictures akhirnya merilis film animasi asli buatan Indonesia. Film yang trailernya sudah muncul sejak 2013 dan sejak saat itu sudah menuai berbagai penghargaan baik lokal maupun Internasional itu langsung laris di hari pertama penayangannya di berbagai bioskop di tanah air. Nggak cuma ane, masih banyak teman teman ane yang nggak kebagian tiket karena sold out :(

bosBicara soal animasi atau kartun atau anime, banyak orang Indonesia yang hanya berpikiran kalau film animasi cuma sebatas tontonan anak kecil. Padahal sih kalau dilihat cara pembuatannya sinetron yang katanya tontonan dewasa jauh lebih gampang dan murah (kalau tidak memakai bintang papan atas) dibanding membuat film animasi apalagi animasi 2D seperti Bos dan Anime pada umumnya. Menurut media media online seperti kompas, biaya produksi film ini mencapai 15 milyar rupiah. Mahal ya? kalau menurut kita sih mahal, tapi kalau dibandingkan biaya produksi anime jepang tentunya 15 milyar tadi hitungannya rata rata. Biaya produksi anime jepang adalah 11 juta yen/episode atau Rp 1,32 milyar/episode (anggap saja 1 yen = 120 rupiah) dan untuk 1 season – 12 episode menghabiskan biaya Rp 15,84 milyar. Kenapa membuat film animasi itu mahal? ya coba bayangin dulu, kalau di sinetron atau film biasa tinggal sorot kamera – rekam – action – cut. Kalau ada salah ya tinggal ulangi aja. Untuk efek efek CG seperti misalnya Wiro Sableng yang mengeluarkan sinar laser dari kapak 212nya ya tinggal di sesuaikan saja dengan peran aktornya sesuai naskah. Untuk pembuatan anime paling tidak diperlukan beberapa bagian seperti

1. Original work – 50,000 yen ($660) – Rp 6 jt
2. Script – 200,000 yen ($2,640) – Rp 24 jt
3. Direction – 500,000 yen ($6,600) – Rp 60 jt
4. Production – 2 million yen ($26,402) – Rp 240 jt
5. Animation Supervision – 250,000 yen ($3,300) – Rp 30 jt
6. Original Art – 1.5 million yen ($19,801) – Rp 180 jt
7. Animation – 1.1 million yen ($14,521) – Rp 132 jt
8. Post-production – 1.2 million yen ($15,841) – Rp 144 jt
9. Art (backgrounds) – 1.2 million yen ($15,841) – Rp 144 jt
10. Photography – 700,000 yen ($9,240) – Rp 84 jt
11. Sound – 1.2 million yen ($15,841) – Rp 144 jt
12. Materials – 400,000 yen ($5,280) – Rp 48 jt
13. Editing – 200,000 yen ($2,640) – Rp 24 jt
14. Printing – 500,000 yen ($6,600) – Rp 60 jt

Cuma 1.320.000.000 rupiah? murah dong. Eh tapi itu baru 1 episode saja. Rata rata anime memiliki 12 sampai 13 episode per seasonnya. Satu episode anime rata-rata terdiri dari 25 menit (tepatnya 24 menit) atau sekitar 37.500 frames. Jika biaya produksi anime adalah Rp 1,3 Milyar/episode, maka biaya produksi anime per menit adalah Rp 52,8 juta/menit atau Rp 35.200 per frame. Sayangnya biaya sebesar itu tadi belum termasuk untuk menggaji para voice actor atau pengisi suara alias seiyu. Sama seperti sinetron, semakin top pengisi suaranya maka semakin besar biayanya.

Ternyata mahal juga ya bikin film animasi itu. Sayang di Indonesia pekerjaan animator, background artist, pengisi suara dsb masih dipandang sebelah mata. Makanya tidak heran kalau nama nama seperti Agung Oka, Sutara Wyn, Dewa Dalem, serta Artana Gst dari Timeline Studio asal Bali ini lebih memilih berkarya di luar negri. Beberapa contoh karya studio ini bisa dilihat di serial anime Doraemon, Crayon Shinchan, One Piece film Z hingga anime yang tayang musim kemarin, Plastic Memories.

Plastic Memories ED

Plastic Memories ED

Well semoga saja dengan adanya film Battle of Surabaya ini industri animasi lokal kita bisa lebih maju. Harapannya sih bisa sejajar dengan Jepang atau Amerika sekalian šŸ™„ Sama satu lagi, Sebisa mungkin jangan pernah membajak karya anak bangsa seperti melakukan download illegal, copy, menjual hasil kopian dsb (bukan berarti bikinan luar boleh ya :mrgreen: ). Kenapa? ya bayangin aja gimana sakitnya hasil karyamu yang memakan tenaga dan biaya yang tidak murah dibajak begitu saja sama orang lain yang bahkan tidak memberi kontribusi apapun. Lagi pula pemerintah juga sudah mulai memblokir situs download film film box office seperti gan*l kan?

ipo chan by fahrezamarziani

ipo chan by fahrezamarziani

Iklan

2 thoughts on “Battle of Surabaya : Tonggak Berdirinya Industri Animasi Indonesia?

    • hijrah ke kota terdekat šŸ™„

      Cinema XXI : Ambon, Balikpapan, Bandung, Banjarmasin, Batam, Bekasi, Binjai, Bogor, Cilegon, Cirebon, Gorontalo, Jakarta, Jambi, Jayapura, Lampung, Malang, Manado, Medan, Palembang, Pekanbaru, Pontianak, Samarinda, Semarang, Surabaya, Solo, Tangerang, Tasikmalaya, Ujung Pandang, Yogyakarta.
      Blitz Megaplex : Bandung, Jakarta, Serpong, Bekasi.
      Cinemaxx : Bali, Jakarta, Manado, Medan, Cikarang, Palembang, Ponorogo, Tangerang, Yogyakarta.
      Platinum Cineplex : Cibinong, Magelang, Sidoarjo, Solo

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s