Review 5 Tahun Honda Vario Techno CBS

8 Juli 2010 tidak terasa sudah 5 tahun lamanya ane punya Honda Vario Techno CBS yang nantinya disebut Vartech sebagai kendaraan operasional untuk wira wiri mulai dari sekolah hingga sekarang kuliah. Dari 5 tahun tersebut sudah ratusan liter premium, ratusan liter pertamax dan puluhan liter pertamax plus sudah dibakar untuk menempuh jarak 52677,2 km. Kalau dihitung hitung sih kira kira sudah keliling dunia sebanyak 1 kali (keliling bumi bagian khatulistiwa sekitar 40.075km) :mrgreen: .

Odometer Vario Techno

Odometer Vario Techno

beli

Tanggal beli di buku servis dan garansi

Vario ini dulu beli cash dari sebuah dealer di daerah Secang, Magelang yang kemudian diambilkan unitnya dari Purworejo seharga 17 Juta kembali 20000 buat beli bensin. 20000 itupun 10000 dulu dipake buat isi pertamax yg waktu itu harganya masih 7000an. Jujur dulunya ane pingin vario techno warna ungu (Odyssey Violet) cuma berhubung warna ungunya jadi warna favorit yang kalo beli harus inden 3 bulan atau 1 bulan kalo kredit :/ ya udah deh akhirnya ambil warna Element Black. Selama 5 tahun part part yang diganti antara lain :

  • 2x drive belt
  • 2x roller
  • oli setiap 2000km, jadi kira kira sudah 26 kali ganti. Sebagian pake AHM oil sebagian lagi pake Enduro Matic
  • bohlam depan ntah berapa kali. sekarang dibikin beda warna (sebelah kiri putih, yg kanan kuning)
  • ban depan/belakang baik ban luar maupun ban dalam
  • Filter udara
  • busi
  • blok mesin gara gara mekaniknya AHASS lupa isi oli
  • piston set karena kasus diatas

Selama 5 tahun tercatat sekitar 3 kali ane kecelakaan bersama vartech ini. Paling parah kecelakaan ke 2 dimana ane dan motor terguling sampai helm, batok depan, dan speedometer pecah. Sampai sekarangpun beberapa part body ane biarkan retak karena bekas kecelakaan ataupun karena keisengan teman teman ane yang berengsek tapi setia :mrgreen: karena selain nggak ada duit juga males nyarinya karena banyak bengkel resmi yang malah tidak menyediakan body part orinya. Selama 5 tahun ini juga vartech ini bikin puas dipakenya karena :

  • Bensin lumayan irit padahal masih karburator tidak seperti sodara kembarnya di Thailand yang sudah memakai sistem injeksi PGM-Fi. 1:30 kalo premium atau 1:40 kalo pertamax.
  • Top speed nggak malu maluin biarpun standar ting ting. Sekitar 117kpj pakai bensin pertamax plus di jalanan lurus 1 km agak menurun (daerah Muntilan jalan Jogja – Magelang – Semarang).
  • Getar di bagian body wajar karena pernah ane pake kecelakaan sampai 3 kali. Getaran mesin jauh lebih halus dibanding Vario lama ibu ane yang mesinnya sama (faktor selalu pakai Pertamax mungkin).
  • Jok lebih lebar dan empuk dibanding Vario 110 lama. Tapi dibanding Vario 125 joknya lebih empuk mungkin karena tidak adanya fasilitas helm in.
  • Shock depan belakang keras. Efeknya mengurangin kenyamanan tapi dipake belok sampai dek tengahnya kegasruk (bahasa Indonesianya apaan ya :s ) masih mantab.

Selain kelebihan tentunya ada kelemahannya dong. Kelemahan Vario Techno ini selama 5 tahun terakhir adalah :

  • Rem kurang pakem. Rem bisa pakem dan enak dipakai cuma pas setingganya bener.
  • Stang goyang ketika kecepatan tinggi tanpa dipegangin. Mungkin karena tidak adanya balancer (jalu stang) yang terpasang.
  • Akselerasi kalah dibanding mbit sekalipun. Walaupun begitu mulai 30 sampai 80 baru bisa ngejar ketinggalan dari beat fi.
  • Ban kurang angin sedikit saja pas lewatin polisi tidur atau lubang sudah kegasruk.

vartech-eyeIntinya pakai Vario gen ini puas banget. Semoga untuk 5 tahun kedepannya Vario ini masih setia menemani setiap perjalan ane 😀 .Oh iya, modelnya pun kalau disandingkan dengan matic terbaru pun masih nggak kelihatan jadul. Bersyukur baget dulu yang di stop produksi lalu diganti vario 125 adalah model ini. Coba kalo vario lama yang distop produksi, mungkin vario ini bakal kelihatan pasaran (ane kan senang sama barang eksklusif tiada duanya :mrgreen: )

Iklan

13 thoughts on “Review 5 Tahun Honda Vario Techno CBS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s