Opini : Apasih Susahnya Bikin Motor Sport Suzuki 150cc?

Pada seri terakhir Suzuki Satria Indonesia Challenge di Sentul International Circuit kemarin, sejumlah fans/pengguna motor Suzuki membentangkan sebuah spanduk protes yang intinya mengultimatum Suzuki Indonesia untuk memproduksi motor sport 150cc atau mereka akan perpindah ke brand lain. Aksi ini mungkin sebagai bentuk luapan emosi yang sudah lama dipendam fans/pengguna motor Suzuki yang tak kunjung mendapatkan motor sport 150cc.

Spanduk harapan fans suzuki. nyomot pertamax7.com

Spanduk harapan fans suzuki. nyomot dari pertamax7.com

Kita sendiri tau 2 pabrikan Jepang lain (sayap mengepak dan garpu tala) sedang panas panasnya perang untuk menjual sport 150ccnya (CB150R, CBR150, Mega Pro, Verza, Byson, Vixion, YZFR15), sedangkan pabrikan ijo gosipnya sedang mempersiapkan pengganti sport 150cc 2 taknya dengan motor baru yang mesinnya dikembangkan bersama dengan pabrikan India, Bajaj dan pabrikan asal Austria KTM.

Pada tahun 90an sebenarnya persaingan motor sport berfairing antar Japanese Big Four sudah pernah terjadi diIndonesia. Suzuki punya RG150, Honda punya NSR150R, Kawasaki punya Ninja150 dan yang sedikit telat Yamaha punya TZM150. Semua motor 150cc 2 tak diatas sudah punya penerus dengan mesin 4 (Catatan : Kawasaki Ninja sedang dikembangkan) yaitu NSR dengan CBR dan TZM (Diluar dikenal juga sebagai TZR) dengan YZF R. Jika Kawasaki sedang mengembangkan lantas bagaimana kabarnya Suzuki? Jika pada line up motor gedenya Suzuki RG Series sudah digantikan dengan GSXR series, mengapa pada line up motor kecil (RG125 dan RG150) sama sekali belum ada penggantinya? Padahal pada awal tahun 2000 pernah diluncurkan Suzuki FXR 150 yang secara spesifikasi masih jauh lebih unggul dibanding CBR maupun YZFR kecil yang dijual diIndonesia. Mesin yang dipakai Suzuki FXR ini merupakan pengembangan dari Mesin 125cc yang juga digunakan oleh Suzuki FX125 dan Raider125. Bahkan karena masih powerful, mesin ini juga diturunkan ke motor bebek ayago Satria F150 yang masih dijual sampai sekarang.

Suzuki FX125

Suzuki FX125

Apasih susahnya mereborn Suzuki FXR150 dengan baju baru dan nama baru (seperti GSXR150 misalnya). Pingin motor sport yang dikembangkan diIndonesia juga bisa diekspor keluar negeri seperti Address? kan bisa. Ada masalah dimana dinegara negara eropa misalnya ada aturan learner hanya boleh menaiki motor maksimal 125cc? Solusinya ya pakai saja mesin FX125 yang juga dijual di Yunani atau Raider125 yang dijual di Asia Tenggara. Takut mesinnya ketinggalan jaman? lah itu CBR125 dan CBR150 juga pakai mesin hasil pengembangan awal tahun 2000an masih oke. Modal penggantian karburator menjadi Injeksi sepertinya sudah bisa meloloskan motor sport tersebut ke standar emisi euro3.

Sayangnya bayangan semudah itu untuk direalisasikan harus sirna di tangan prinsipan Suzuki jepang sana. Padahal kalau mau ya tinggal dikembangkan saja jangan hanya fokus di mobil. Lagipula mobil Suzuki di Amerika misalnya sangat jarang terdengar. Buktinya kemana SX4 dan Neo Baleno (SX4 Sedan), Escudo/Vitara, jualan Swift juga kalau bukan karena Rally JWRC mungkin nasibnya akan seperti SX4. Sedan sekelas Camry atau Accord bernama Suzuki Kizashi juga gimana kabarnya. Padahal di Amerika serikat juga sepeda motor suzuki lumayan dicari. Beberapa bahkan jadi buruan kolektor seperti Suzuki Hayabusa 1300cc keluaran 1999-2000.

Sebagai pembanding lihat saja Honda. Awalnya cuma memproduksi ring piston untuk pebrikan mobil terbesar dijepang (Toyota) dan itupun kebanyakan hasil produksinya ditolak. Tidak lama kemudian pabriknya hancur karena perang hingga harus mengais sisa kaleng makanan tentara Amerika sebagai bahan baku produksi. Sedikit sukses produksi sepeda motor kemudian berekspansi ke bisnis mobil. Pertama kali masuk Amerika, Civic dan Accord dikewain karena Hatchback kecil macam Civic belum saatnya masuk Amerika. Begitupula dengan Accord dimana kebanyakan mobil dikelasnya memakai mesin 6 silinder sedangkan Accord sendiri hanya memakai mesin 4 silinder segaris. Terus berupaya meningkatkan kualitas dan teknologi yang dibuktikan di ajang balap seperti F1, GP500, dan Isle of man TT. Hingga akhirnya tahun 1989 meluncurkan devisi mobil mewahnya bernama Acura. Hasilnya? Sekarang menjadi pabrikan otomotif terbesar didunia dibelakang Toyota, General Motor dan Volkswagen Group.

Demikian hasil pemikiran karena stress lupa absen di perkuliahan favorit :mrgreen: Harapannya semoga dibaca oleh petinggi Suzuki baik di Indonesia maupun Jepang (namanya harapan boleh dong).

Iklan

2 thoughts on “Opini : Apasih Susahnya Bikin Motor Sport Suzuki 150cc?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s