Ide Gila : Mobnas Open Source

Akhir akhir ini media media diIndonesia digemparkan oleh kunjungan presiden Joko Widodo ke Malaysia tepatnya ke pabrik mobil nasional Malaysia yang berbasis Mitsubishi untuk membahas kerjasama dibidang otomotif dari swasta ke swasta. Meskipun presiden sendiri sudah menyatakan kalau lawatannya ke pabrik Proton tersebut bukan untuk membahas perancangan mobil nasional Indonesia, namun karena reputasi presiden sendiri yang sedang dipertanyakan ditambah banyaknya panasbung (pasukan nasi bungkus) dan BSH (barisan sakit hati) yang memanas manaskan suasana membuat masyarakat berpikir bahwa presiden akan membuat mobil nasional berkerja sama dengan Malaysia.

10460776_651995358239048_3935322442128271803_nSenang karena akhirnya Indonesia punya mobil nasional lagi? memang ada segelintir orang yang senang  seperti panastak (pasukan nasi kotak) diehard dan orang gila kayak saya (alasannya : proton turunan Mitsubishi kayak hyundai lama > banyak proton banyak partnya > part mesin Mitsubishi jadi lebih gampang dicari). Namun sayangnya sejauh yang saya amati lebih banyak orang yang kecewa karena kerjasama dengan Proton ini. Banyak orang mempertanyakan nasib mobil Esemka yang membuat seorang Joko Widodo dikenal luas oleh orang Indonesia yang entah bagaimana nasibnya kini. Selain Esemka ada pula yang mempertanyakan nasib mobil listrik seperti Tucuxi (karya Danet) dan Selo dan Gendhis (karya Ricky Elson bersama tim Putra Petir) yang digadang gadang juga akan menjadi mobil nasional Indonesia.

viar microcar (dari kompas.com)

viar microcar (dari kompas.com)

Memang selain mobil konsep seperti Selo, Gendhis dan Esemka, ada pula beberapa mobil karya anak bangsa yang sudah diproduksi massal seperti Tawon (PT Super Gasindo), GEA maupun mobil perang seperti buatan PT Pindad. Namun jujur saja menurut penilaian saya sebagai orang awam (bukan seorang engineer seperti B.J. Habibie) desainnya mayoritas jelek. Memang secara desain ada yang bagus, tapi sayang ada yang mesinnya terlampau kecil, kapasitas angkut kecil dan mesin yang teknologinya begitu gitu saja (padahal saya yakin orang Indonesia juga bisa membuat variable valve timing system seperti VVTi nya Toyota, VTEC nya Honda, atau VANOS nya BMW),

Nah untuk mengatasi hal hal seperti itu tiba tiba terbesit didalam otak saya ketika buang hajat di wc rumah :mrgreen: untuk membuat sebuah mobnas dengan sistem Open Source. Pengertian lengkap dari Open Source sendiri bisa dibaca di Wikipedia, intinya kurang lebih sesuatu yang dikerjakan secara bersama sama secara suka rela (gotong royong). Saya berpikir open source bukan karena mentang mentang seluruh software di komputer sudah open source semua (Ubuntu, Firefox, Libre Office, Gimp, Inkscape dll). Tapi karena sifat dari Open Source itu sendiri.

Masih belum paham maksud saya? agar lebih mudah saya buat pengandaian seperti ini :

Misalkan ada beberapa orang. Si A dari Jakarta jago membuat desain mobil konsep, si B seorang insinyur mesin yang kerja di Jerman sedang mengembangkan mesin bensin v6nya, si C seorang pengrajin knalpot dari Purbalingga mendesain knalpot dari header sampai muffler buat mobil v6 macam Galant. si D seorang pembalap bersama mekaniknya sedang merancang sistem suspensi biar dia makin jago ditikungan. PT X yang biasa bikin mobil/motor lokal ingin meluncurkan produk baru tapi sayang lagi bingung mikirin mau rilis produk apaan. Bayangkan kalau semua karya mereka disatukan dan membentuk sebuah mobil. Pemberitaan dari media ditambah pembahasan dari social media yang masif membuat proyek mobil mereka terkenal. Karena tertarik, Si E yang punya bengkel interior akhirnya ikut andil dalam pengembangan interior. Si F yang kurang suka bentuk buritan mobil desain si A akhirnya juga ikut andil dalam pengembangannya. Si G yang punya konsep mobil listrik akhirnya ikut masuk ke proyek pembuatan mobil tersebut sehingga yang tadinya akan membuat mobil bensin konvensional malah berubah menjadi proyek mobil hybrid macam Toyota Prius, Honda CRZ.

Blueprint

Blueprint

Setelah banyak orang ikut andil dalam pengembangannya, akhirnya mobil konsep itupun siap diproduksi masal. Blue print hasil pengembangan banyak orang itupun diserahkan ke PT X untuk diproduksi masal. Waduh kalau begitu enakan PT X dong? bisa dapet duit tanpa harus keluar modal buat riset? nggak juga. PT X mungkin hanya jago buat produksinya saja, sedangkan untuk pemasarannya belum tentu PT X sanggup. Maka dari itulah diperlukan bantuan dari perusahaan lain (sebut saja PT Y) untuk memasarkannya. Karena Blue Print mobil tadi bebas digunakan oleh siapapun, vendor spare part manapun (misalkan sebut saja PT Z) pastinya bisa bisa memproduksi spare partnya. Sehingga masalah spare part pun bisa diatasi. Sama dengan masalah spare part, karena blue printnya bebas didapatkan oleh semua orang, mekanik bengkel pinggir jalan pun kalau mau belajar pastinya juga bisa memperbaiki kalau ada kerusakan.

Lantas apa yang didapat dari orang yang merancang mobil tersebut? ya karena mereka yang mendesain, pastinya mereka tau seluk beluknya. Melihat kesempatan ini, misalnya si B yang jadi Insinyur mesin tadi pulang ke Indonesia dan membuat turbo kit untuk mesin mobilnya tadi dan menjualnya ke masyarakat umum. Si A yang awalnya membuat mobil sedan atas masukan orang lain akhirnya bisa membuat mobil Station Wagon berbasiskan mobil sedan yang dirancangnya tadi (mirip sharing basis mesin antara Sirion, Luxio, Gran max, Xenia, avanza, Rush, Terios).

timorYah itu tadi lamunan beberapa saat di WC ditambahin sedikit gara gara Insomnia. Pingginnya sih ide/konsep ini bisa dibaca orang yang mempunyai kekuasaan seperti presiden, mentri industri, pemilik modal atau yang berkompeten macam insinyur mesin 😀 kalau terlaksana tentunya senang sekali ide bocah kayak saya di apresiasi kalau tidak yo wes rapopo…. toh blog dipelosok kayak gini kayaknya hampir mustahil dibaca presiden :mrgreen:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s