Mengenal Honda TR200 Fat Cat

Kamis Legi 26 Februari kemarin alhamdulillah kucing ane nambah seekor lagi. Meron si kucing betina campuran kucing kampung dengan persia ane yang dikira gendut kebanyakan makan ternyata lagi hamil. Hubungannya dengan kucing, motor buatan Honda yang satu ini dijuluki “Fat Cat” atau bahasa Indonesianya “Kucing Gendut”. Seperti apa bentuknya? monggo disimak.

meronNama Honda TR sendiri merupakan singkatan dari Totally Radical atau maknanya bener bener berbeda. Sedangkan angka 200 sendiri merupakan kapasitas mesin motor ini. Julukan Fat Cat berasal dari kucing peliharaan Hirotoshi Honda yang dijuluki “Sinjin No Oshiri”.

Honda TR200 Fat Cat

Honda TR200 Fat Cat

Pada tahun 1986 Honda tepatnya putra Honda yang mendirikan Mugen, Hirotoshi Honda merancang sebuah motor trail yang dimaksudkan untuk menggantikan Mugen ME125 yang dibuat tahun 1980. Bagai buah jatuh tak jauh dari pohonnya, Hirotoshi Honda saat itu sedang senang mengeksplorasi mesin 4 tak (Mugen ME125 masih bermesin 2 tak). Motor ini mengusung mesin 4 tak 200cc pendingin udara (mirip tiger ya). Baca lebih lanjut

8000km pakai Enduro Matic

Kapan terakhir kali ganti oli? ditanyain begitu langsung keingat kalau vario techno keluaran 2010 ane udah lama nggak ganti oli gara gara lupa (jangan ditiru). Kalau tidak salah terakhir ganti di kilometer ke 39ribuan lebih dikit. Kilometer yang tercatat pada odometer sekarang sudah mencapai 48.321km. Overall pakai oli buatan pertamina ini lumayan puas.

odometer vario 48ribu

odometer vario 48ribu

Sedikit cerita dulu ketika service yang ke 4000km pernah ada insiden mekanik ahass lupa mengganti oli. Alhasil hampir 2000km kemudian ketika dipake kecepatan tinggi (dah telat waktu itu) dari dalam mesin pun keluar bunyi bunyian dan mesinpun macet :mrgreen: bapak selaku mentri keuangan yang beliin matic item ini pun akhirnya turun tangan agar ahass yang bersangkutan bertanggung jawab dan akhirnya biaya turun mesin pun jadi sedikit berkurang (nggak bisa gratis :/ ). Dan sejak saat itu mulai rajin ganti oli setiap 2000/3000km pake pertamina enduro matic dan gantinya kalo nggak diganti sendiri ya dibangkel langganan (udah males ke ahass).

Nah karena rajin ganti oli ditambah pake bbm yang sesuai (always pertamax. kalo kepepet ya pake bensin rakyat yang disubsidi itu) vario ini walau hampir menginjak 5 tahun masa baktinya mesinnya pun masih fit. Bahkan vario lama keluaran 2012 milik tetangga yang notabene keluaran lebih baru kalah sehat mesinnya. Feeling mengatakan kalau performa vartech item saat pake oli ini jauh lebih baik daripada saat masih memakai oli ahm dulu.

Karena kemarin kelupaan enduro matic yang udah dipake selama 8000km lebih akhirnya diganti. Biarpun udah lama diganti, rasanya masih sama kayak baru jalan 1000km. Waktu dibuka oli berkurang hingga tinggal 1/4 botolnya. Pokoknya nggak nyesel pake oli ini.

Ide Gila : Mobnas Open Source

Akhir akhir ini media media diIndonesia digemparkan oleh kunjungan presiden Joko Widodo ke Malaysia tepatnya ke pabrik mobil nasional Malaysia yang berbasis Mitsubishi untuk membahas kerjasama dibidang otomotif dari swasta ke swasta. Meskipun presiden sendiri sudah menyatakan kalau lawatannya ke pabrik Proton tersebut bukan untuk membahas perancangan mobil nasional Indonesia, namun karena reputasi presiden sendiri yang sedang dipertanyakan ditambah banyaknya panasbung (pasukan nasi bungkus) dan BSH (barisan sakit hati) yang memanas manaskan suasana membuat masyarakat berpikir bahwa presiden akan membuat mobil nasional berkerja sama dengan Malaysia.

10460776_651995358239048_3935322442128271803_n Baca lebih lanjut

Hati-hati Memberi ke Pengemis bisa dipenjara

Nemu gambar ini di sebuah grup FB

10923527_773341596081456_1511098924342315625_nSemua orang yang pernah ke Jogja pasti pernah merasakan ramahnya masyarakat Daerah Istimewa ini. Budaya masyarakat Jogja yang terkenal ramah, murah senyum dan suka menolong sesama (walaupun saat ini sudah mulai luntur) kadang sering dimanfaatkan oknum untuk meraup keuntungan. Ane sendiri pernah didatangi orang yang menawarkan bubuk abate (kasusnya seperti pada thread kaskus ini). Ketika diberi ane dimintai sejumlah uang (5000 per bungkus kecil. padahal kalau mau di puskesmas cukup 2000 dan ukurannya jauh lebih besar) ane tanyain ada ijin RT/RW tidak mereka malah mengelak dengan bicara ngalor ngidul 😦 diperparah ane dipaksa beli 3 (total jadi 15000). Bagi sebagian orang mungkin 15000 itu kecil, tapi coba bayangkan jika berhasil menawarkan abate kecil itu ke 50 orang saja kan sudah lumayan.

Terus hubungannya sama pengemis apaan? jadi begini, sudah 2 kali saya didatangi orang seperti itu dan biasanya rasa curiga saya timbul karena biasanya hal hal seperti ini sudah dikoordinir. Sama seperti kebanyakan pengemis sekarang yang mengemis bukan karena terpaksa namun karena sudah menjadi profesi. Bahkan sudah banyak diberitakan orang bisa naek mobil kelas medium (kayak CRV, Pajero Sport) hanya dari hasil memelas ke orang lain. Dan jujur saya malu sama turis asing yang sedang berlibur di Jogjakarta karena banyaknya pengemis bisa saja memunculkan pandangan negatif yang mungkin saja berdampak ke image jogjakarta itu sendiri sebagai tempat wisata.

Ada baiknya jika ingin memberi bantuan ke sesama lebih baik memberi melalui badan amal yang dipercaya, tempat ibadah, memberi langsung ke orang yang benar benar membutuhkan (tetangga yg kurang mampu misalnya) atau mungkin bisa meniru seperti komik dibawah ini.

Credit: Komik Jakarta

Credit: Komik Jakarta