Mengenal Apa itu JDM

JDM (Japanese Domestic Market) atau sebut saja bahasa Indonesianya “pasar lokal Jepang” adalah sebuah mobil buatan Jepang hanya dibuat dan dipasarkan untuk area Jepang. Biasanya perlengkapan tersebut lebih lengkap dari pasar manapun di dunia, walaupun volume penjualan pasar lokalnya tidak seberapa dibanding diluar Jepang. Sebagai contoh lihat saja total penjualan mobil Jepang di Indonesia yang mencapai ratusan ribu unit sedangkan di Jepang sendiri mobil disana nggak terlalu laris. Kenapa bisa begitu? nggak tau mungkin saja para produsen disana memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi.

JDM adalah istilah yang “diciptakan” oleh pemerhati otomotif Amerika karena terdapat perbedaan spesifikasi dengan USDM (United States Domestic Market). Ada kemungkinan mereka iri dengan spesifikasi mobil Jepang di Amerika yang lebih rendah dari di Jepang. Di Eropa sendiri, pada awalnya istilah JDM tidak terlalu terdengar karena spesifikasi kendaraan disana tidak terpaut jauh dengan di Jepang, terlebih ada negara yang memiliki right hand steering sama seperti Jepang. Sebagai contoh lihat saja di Inggris.

Civic EUDM Hatchback

Civic EUDM Hatchback

Civic USDM Sedan

Civic USDM Sedan

Civic Asia/JDM Sedang

Civic Asia/JDM Sedan

Pada awalnya, istilah JDM banyak dikaitkan dengan spesifikasi mesin. Sejak tahun 70-an, setiap mobil jepang yang dipasarkan di Amerika hampir pasti mengalami specdown di area mesin agar mobil yang dijual memenuhi batas emisi gas buang. Hal ini terjadi karena pemerintah Amerika menetapkan batas emisi yang ketat bagi kendaraan yang akan dipasarkan di negerinya dan standar emisi gas buang ini jauh lebih ketat dibandingkan peraturan yang ditetapkan pemerintah Jepang sendiri. Sebagai contoh Honda NSX versi Jepang memiliki tenaga sebesar 276Hp sedangkan Acura NSX (rebrand Honda di Amerika) hanya sanggup memuntahkan tenaga sekitar 250Hp. Lama kelamaan istilah JDM ikut merambah berbagai fitur yang terdapat di mobil, dari interior, eksterior, audio, velg dan lain-lain.

Pada civic 4th gen (disini dikenal dengan Grand Civic), ada cukup banyak parts JDM, seperti light pole. Light pole diciptakan untuk memudahkan pengemudi memarkirkan mobilnya di area yang sempit. Sangat relevan bagi Jepang, tapi tidak relevan bagi Amerika yang memiliki tempat parkir sangat besar. Contoh lain adalah parking camera di mobil2 built-up asal Jepang. Mobil2 tersebut dilengkapi fitur parking camera dengan display di monitor berbahasa jepang dengan huruf kanji, it’s a true JDM. Berbeda dengan pasar Australia, walau sama2 right hand steering, tapi menggunakan bahasa inggris dan tanpa huruf kanji. That’s not JDM.

Parts JDM berupa segala macam parts Original Equipment Manufacturer (OEM) atau original dari pabrikan mobil, maupun kerjasama dengan pabrikan lainnya. Contoh, velg bekerjasama dengan enkei, namun hanya untuk pasar lokal Jepang, maka velg tersebut dapat dikatakan velg JDM. Contoh lainnya, foglamp yang dibuat oleh raybrig, head unit buatan Panasonic dengan label Honda, dan sebagainya. Intinya adalah, segala sesuatu yang hanya dibuat untuk pasar Jepang.

Tidak selamanya parts JDM lebih lengkap dari non JDM. Contoh, 3rd brake light di civic 4th gen, konon kabarnya tidak dijumpai di Jepang. Meskipun buatan Stanley, 3rd brake light ditemui pada civic EF USDM karena kebijakan pemerintah Amerika yang sangat concern dengan keselamatan, dan beberapa negara lain. Ducktail karet buatan FOHA, konon tidak dijumpai di Jepang, bahkan di brosur Honda Acces, namun ditemui di brosur aksesori Honda Jerman.

Karena keterbatasan informasi, banyak yang salah mengartikan istilah JDM. Paling mudah ditemui adalah pemakaian istilah JDM kepada barang2 buatan tuner Jepang. Contoh, Mugen adalah tuner resmi Honda. Pada awalnya, Mugen hanya memiliki kantor di Jepang, namun pada akhirnya Mugen membuka kantor perwakilan di berbagai benua, sehingga produk2 Mugen dapat ditemui di dealer resmi di berbagai benua yang berakibat Mugen tidak dapat disebut sebagai produsen parts JDM.

Spoon Sports, Tanabe, Cusco, Enkei, dan semua merk tuner jepang juga tidak dapat disebut sebagai JDM, meskipun beberapa diantaranya hanya dapat diperoleh di Jepang. Alasannya, karena mereka bukan OEM. Mereka lebih tepat disebut Japanese Racing Style, atau apapun selain JDM. Japs racing style sangat berbeda dengan Touring car Eropa (BTCC maupun DTM). Japs racing style lebih dekat ke street racing. Cirinya, penggunaan ukuran velg yang masuk akal dibandingkan ukuran rumah roda mobil, sehingga mobil masih nyaman dipakai harian, serta bentuk bodi mobil yang tidak berubah dari standardnya.

Seiring berjalannya waktu, JDM berubah menjadi aliran modifikasi. Dengan mengadopsi parts JDM, kendaraan berada pada “kasta” yang lebih tinggi. Namun karena sulit dan mahalnya memperoleh parts JDM, muncul berbagai aliran JDM terutama di Indonesia. Diantaranya adalah pure JDM, OEM JDM, dan JDM style.

Pure JDM yaitu modifikasi dengan mengaplikasikan semua produk buatan Jepang asli (bukan tiruan atau replika), baik OEM maupun buatan tuner (aftermarket). Tidak ada benda terpasang yang tidak berasal dari Jepang.

JDM style yaitu memodifikasi ala Pure JDM namun menggunakan parts replika atau bukan original. Bisa juga diartikan modifikasi yang membuat mobil mirip dengan kendaraan japs racing style, maupun kendaraan Jepang pada umumnya. Biasanya diaplikasikan oleh kendaraan yang tidak dirilis di Jepang atau bukan kendaraan bermerk Jepang. Contoh, Toyota Kijang, Avanza, Timor, Hyundai, Peugeot, BMW, dsb.

refrensi disini dan disana

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s